Ikan yang Tak Pernah Tidur, Doa yang Tak Pernah Henti

Ramadan telah memasuki hari ke-28. Waktu terasa berjalan begitu cepat. Di malam yang sunyi ini, setelah menunaikan sholat malam, saya melangkah keluar sejenak untuk menghirup udara segar di rumah sakit. Di sini, di tengah temaram lampu dan keheningan, saya melihat sebuah kolam dengan ikan-ikan yang berenang tanpa henti.
Ikan-ikan itu tidak tidur, seperti yang banyak dikatakan dalam berbagai riwayat. Mereka terus bergerak, tetap hidup dalam aliran air, seakan mengajarkan ketekunan, kesabaran, dan penghambaan tanpa jeda. Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, bahkan semut di dalam sarangnya dan ikan di lautan, semua bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” (HR. At-Tirmidzi)
Saya merenung…, di rumah sakit ini ada banyak orang yang berjaga—dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya—mereka seperti ikan yang tidak tidur, selalu siap membantu, mengulurkan tangan, dan berjuang demi kesembuhan pasien. Begitu juga dengan para keluarga yang setia menemani, berdoa dalam lirih, dan berharap mukjizat dari Allah.
Di sisi lain, pasien yang sedang berjuang melawan penyakit, termasuk Bapak saya yang kini dirawat, juga sedang melewati fase ujian yang berat. Namun, di sinilah ketabahan diuji, di sinilah doa-doa terbaik dilangitkan. Bukankah Rasulullah ﷺ pernah bersabda?
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu kelelahan, sakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, atau bahkan sekadar duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu.” (HR. Bukhari & Muslim)
Malam ini, saya belajar dari ikan-ikan di kolam rumah sakit. Mereka mengajarkan bahwa hidup harus terus bergerak, meski terkadang kita lelah dan ingin menyerah. Mereka mengajarkan bahwa dzikir harus terus mengalir, seperti arus air yang tidak pernah berhenti.
Ramadan 1446H yang tersisa ini menjadi momen terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, untuk lebih bersabar dalam menerima takdir, dan untuk lebih banyak mendoakan orang-orang yang kita cintai. Karena pada akhirnya, seperti ikan yang tak pernah tidur, doa-doa kita juga tidak akan pernah berhenti mengetuk pintu langit.
Semoga setiap sakit menjadi penghapus dosa, setiap lelah menjadi ladang pahala, dan setiap doa yang kita panjatkan menemui jawaban terbaik dari Allah.
آمين يا رب العالمين.
RS. dr. Iskak Tulungagung
28 Ramadhan 1446H
