Rangkuman Materi PMM | Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik

Pada video berikut akan membahas cara merumuskan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik dalam pembuatan dan modifikasi modul ajar. Pembicara menekankan pentingnya pemahaman bermakna untuk meningkatkan motivasi intrinsik murid dan pertanyaan pemantik sebagai alat untuk membantu mencapai pemahaman tersebut. Langkah-langkahnya melibatkan menyusun pertanyaan pemantik yang relevan dengan topik pembelajaran, menghindari pertanyaan yang hanya mencari jawaban resmi, dan kemudian menyusun pemahaman bermakna melalui proses terpandu.

Pada contoh konkret, video mengilustrasikan pembuatan pertanyaan pemantik pada topik perubahan wujud zat dengan menggunakan Maple kipas di fase B. Setelah itu, pembuatan pemahaman bermakna melibatkan merumuskan kesimpulan yang mencerminkan pemahaman yang lebih dalam.

Ditambahkan pula contoh pendekatan kreatif dengan mengaitkan topik pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari dan profesi, seperti dalam kasus seorang insinyur yang menjelaskan manfaat aljabar dalam pekerjaannya. Video juga mendorong guru untuk mencari cara lain dalam memberikan pemahaman bermakna, termasuk berkolaborasi dengan praktisi dan memanfaatkan internet.

Kesimpulannya, pembuatan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik diharapkan dapat memotivasi murid, menjadikan pembelajaran lebih bermakna, dan memberikan koneksi antara materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta berbagai profesi.

Berikut poin poin utama dari pembahasan video di atas.. :

  1. Tujuan Pembelajaran: Video membahas modul membuat dan memodifikasi modul ajar dengan fokus pada merumuskan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik.
  2. Pentingnya Pemahaman Bermakna: Pembicara menekankan bahwa pemahaman bermakna dapat meningkatkan motivasi intrinsik murid, karena mereka dapat memahami tujuan pembelajaran dan manfaat materi ajar.
  3. Pertanyaan Pemantik: Pembuatan pertanyaan pemantik dijelaskan sebagai alat untuk membantu mencapai pemahaman bermakna. Pertanyaan tersebut sebaiknya tidak hanya mencari jawaban resmi, tetapi mengundang pemikiran mendalam dan investigasi.
  4. Langkah-Langkah Pembuatan Pertanyaan Pemantik: Video memberikan langkah-langkah praktis dalam pembuatan pertanyaan pemantik, termasuk menuliskan ide terkait topik, merumuskan pertanyaan esensial, dan memastikan pertanyaan tersebut relevan dengan kriteria tertentu.
  5. Contoh Konkret: Menggunakan Maple kipas pada fase B sebagai contoh, video mengilustrasikan cara membuat pertanyaan pemantik pada topik perubahan wujud zat.
  6. Pemahaman Bermakna: Pembuatan pemahaman bermakna melibatkan merumuskan kesimpulan yang mencerminkan pemahaman yang lebih dalam, bukan hanya menjawab pertanyaan esensial.
  7. Kreativitas Dalam Pembelajaran: Video menunjukkan pendekatan kreatif dengan mengaitkan topik pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari dan profesi, seperti dalam kasus seorang insinyur.
  8. Kolaborasi dan Sumber Daya: Guru diundang untuk mencari cara lain dalam memberikan pemahaman bermakna, termasuk berkolaborasi dengan praktisi, berdiskusi dengan rekan, dan memanfaatkan sumber daya internet.
  9. Kesimpulan dan Harapan: Pembuatan pemahaman bermakna dan pertanyaan pemantik diharapkan dapat memotivasi murid, menjadikan pembelajaran lebih bermakna, dan memberikan koneksi antara materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta berbagai profesi.

Referensi:
1. Wiggins, Grant, Jay McTighe. The Understanding by Design: Guide to Creating High-Quality Units. 2011. Alexandria: ASCD.

Ayo Bergerak, Tergerak dan Menggerakkan
Ayo Belajar, Berbagi, Memotivasi, dan Menginspirasi.

Salam dan Bahagia.

Imam Irfai, ST, M.Pd, Gr

You may also like...

Leave a Reply